Reformasi Indonesia
Sudah beberapa kali bangsa Indonesia berganti pemerintahan di masa orde reformasi. Suatu orde yang muncul menggantikan orde baru dengan harapan keadaan akan membaik. Tentu ada perubahan yang baik dari orde ini yaitu timbulnya kembali gairah masyarakat akan Islam. Namun, di segi pemerintahan (birokrat) belum banyak perubahan.
Memang, perubahan itu butuh waktu. Dan untuk merubah Indonesia memanglah kita perlu sabar dan kontinyu bekerja tuk mewujudkannya. Menurut pandangan saya, ada beberapa titik berat yang perlu diperhatikan dalam gerakan reformasi Indonesia ini, yaitu :
- Keteladanan Pemimpin
Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai tugas (amanah) untuk mengarahkan anak buah atau rakyatnya kepada suatu tujuan. Dan untuk mengarahkan itu, seorang pemimpin diharapkan mempunyai sikap keteladanan.
Ambillah contoh kecil. Seorang ayah menginginkan anaknya rajin pergi ke mesjid untuk sholat berjamaah. Tetapi sang ayah jarang pergi ke mesjid meski dekat jaraknya dari rumah. Bagaimana si ayah mengarahkan si anak untuk ada minat sholat di mesjid ?. Kalau si anak diperintah dengan keras, mungkin dengan terpaksa ia akan pergi ke mesjid. Si anak akan merasa dipaksa bukan di pimpin karena sang pemimpin (ayah) tak pernah mencontohkannya.
Nah, bagaimana para pemimpin menginginkan rakyatnya tidak berbudaya korupsi, kolusi dan nepotisme jika rakyatnya melihat tingkah laku para pemimpinnya (anggota dewan dan pejabat) masih berbudaya orde baru (korupsi, kolusi dan nepotisme). Di sinilah pentingnya keteladanan pemimpin ke arah yang baik.
- Kontrol Masyarakat
Masyarakat, baik wong cilik maupun wong ningrat, mempunyai hak yang sama dalam mengawasi pemimpinnya. Bagaimanapun, pemimpin adalah seorang biasa yang memerlukan kritik (membangun) dan saran yang baik. Dan masyarakat pun harus menyadari bahwa peran mereka turut menentukan nasib bangsa ini. Pemilu adalah salah satu ajang kekuatan kontrol masyarakat. Jika masyarakat mempunyai kesadaran bahwa satu dari suara mereka sangat berarti bagi masa depan bangsa, maka hasil dari pemilu akan memperoleh pemimpin yang baik dan berkualitas.
Di sisi lain, pemimpin seharusnya mempunyai kemampuan mendengarkan saran maupun kritik dari masyarakat. Mungkin seorang presiden mempunyai penasihat negara. Tetapi, jika penasihatnya hanya berada di lingkup elite dan jarang bergaul dengan masyarakat bawah, maka nasihat yang diberikan kepada presiden sangatlah minim. Oleh karena itu, diperlukan saling temu, diskusi antara para pemimpin dengan rakyat.
- Gerakan Pemuda/-i sebagai Katalisator
Orde reformasi ini muncul karena gerakan para mahasiswa/-i dan kaum muda. Sesuatu hal yang sepertinya tidak mungkin, melengserkan Pak Harto, menjadi mungkin dengan gerakan ini. Sejarah bangsa pun mencatat gerakan mahasiswa/-i angkatan 66 turut menghantar bangsa ini dari orde lama ke orde baru.
Kaum muda ini, dengan idealisme dan semangatnya, mempunyai kapasitas sebagai “katalisator” dalam reformasi bangsa ini. Di pundak kita, kaum muda, ditumpukan harapan akan masa depan bangsa ini. Seorang ulama mengatakan, pemuda adalah milik masa depan. Maka persiapkanlah ia dengan kemampuan-kemampuan yang diperlukan di masa mendatang. Sangat penting memang mempersiapkan kaum muda. Karena jika para pemuda suatu bangsa loyo, hura-hura saja dan acuh akan problema masyarakat dan bangsa, bagaimana bangsa tersebut bisa bangkit?.
Demikian beberapa hal yang menurut saya perlu diperhatikan dalam gerakan reformasi Indonesia, terserah jilid ke berapa.
Wallohu a lam bisshowab
Betjo
Tulisan Selanjutnya…
Pages: 1 2